Pendahuluan
Organisasi adalah sistem saling
mempengaruhi antar orang dalam kelompok bekerjasama untuk Mencapai sebuah
tujuan. Dalam mencapai tujuan tersebut dibutuhkan tiga pilar berfungsinya
organisasi adalah adanya visi dan misi, struktur organisasi dan sumber daya
manusia. Salah satu elemen yang penting dari upaya untuk membangun pilar
organisasi agar dapat berfungsi dengan baik tadi adalah penempatan sumber daya manusia atau pegawai.
Organisasi dapat berjalan jika
organisasi mempunyai sumber daya manusia yang berkualitas dan sumber daya
manusia tersebut berada sesuai dengan bidang tugasnya (the right man and the
right place). Sumber daya manusia sebuah organisasi merupakan sumber daya
yang paling penting dan hanya akan dapat diperoleh melalui upaya rekrutmen yang
efektif. Melalui rekrutmen inilah kontak pertama kali diusahakan organisasi
atau badan untuk pegawai potensial, melalui rekrutmen inilah banyak individu
datang untuk mengenal organisasi dan yang ada pada akhirnya nanti memutuskan
ingin bekerja dengannya atau tidak. Suatu usaha rekrutmen yang dirancang dan
dimanajemen dengan baik akan menghasilkan pelamar yang berkualitas baik dan
sebaiknya yang terjadi apabila usaha ini dijalankan setengah-setengah. Sumber
daya manusia yang berkualitas tidak dapat dipilih apabila mereka tidak
mengetahui adanya lowongan pekerjaan sehingga tidak melamar. Rekrutmen harus
diusahakan bahwa orang-orang dengan kualitas tinggi mengetahui kesempatan kerja
ini, organisasi perlu menyediakan informasi yang cukup mengenai pekerjaan
sehingga pelamar dapat mempertimbangkan kesesuaiannya dengan minat dan
kualifikasi mereka.
Dengan kata lain calon tenaga
kerja diharapkan mampu Memberikan
pelayanan keamanan yang baik bagi pemerintahan yang secara umum dalam lingkupan
pemerintahan maupun lingkup lingkungan masyarakat sehingga dapat memberikan
keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat, kegiatan social
kemasyarakatandan itu akan terwujud apabila tenaga kerja tersebut dalam menjalankan
tugas dan fungsinya benar-benar transparansi, partisipatif, responsive, dan
akuntabel. Hal ini tentu mensyaratkan adanya daya dukung aparatur pemerintah
yang berkualitas dan tidak akan terwujud dengan sendirinya
melainkan membutuhkan proses,
waktu dan berbagai upaya yang sistematis dan konsisten.
Sebelum memutuskan untuk
melakukan rekrutmen, maka formasi yang diisi harus jelas karena dari formasi
dapat diketahui jumlah dan susunan tenaga kerja yang dibutuhkan. Yang tidak
kalah pentingnya sebelum melakukan rekrutmen adalah hendaknya diawali dengan
melakukan analisis kebutuhan tenaga kerja.
Tujuan analisis dari kebutuhan
tenaga kerja sebagai salah satu usaha agar setiap tenaga kerja yang ada setiap
unit organisasi mempunyai pekerja tertentu yang jelas. Karena kemajuan utama
dan kemakmuran bangsa ditentukan oleh kualitas sumber daya. Salah satu contoh
dari tenaga kerja yang dimaksud disini adalah tenaga kerja Operator Produksi. Tahun
2009 tenaga ini bertugas dalam melaksanakan kegiatan produksi perusahaan. Dalam
hal ini agar tugas atau tujuan dari tenaga ini dapat berjalan secara maksimal
serta efektif dan efisien, maka diperlukan suatu pengadaan (rekrutmen) tenaga
kerja yang baik.
Badan yang merekrut tenaga kerja ini adalah Badan Usaha yang memiliki legalitas
dari instansi yang bersangkutan. malinau. Badan ini yang melakukan penyebaran
info tentang lowongan tenaga kerja sampai pada tahap seleksi. Dalam proses
tersebut jika berjalan dengan baik tahap demi tahap proses rekrutmen maka akan
terseleksi tenaga kerja yang berkualitas. Jika tenaga kerja telah berkualitas
maka dalam menjalankan tugas dan fungsinya benar-benar transparansi,
partisipatif, responsive, dan akuntabel. Dan pada akhirnya tujuan dari
organisasi Perusahaan dapat tepat sasaran secara efektif dan efisien.
Kerangka Dasar
Teori
1. Manajemen
Sumber Daya Manusia
Menurut Handoko (2000) Manajemen
sumber daya manusiaadalah penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan, dan
penggunaan sumber daya manusiauntuk mencapai tujuan, baik tujuan individu
maupun organisasi. Untuk itu manajemen sumber daya manusia perlu dikelola
secara profesional dan baik agar dapat terwujudnya keseimbangan antara
kebutuhan pegawai dengan tuntutan perkembangan teknologi dan lingkungan serta
kemampuan organisasi. Keseimbangan tersebut merupakan kunci utama di dalam suatu organisasi agar dapat
berkembang secara produktif dan wajar. Sumber daya manusia adalah faktor
sentral dalam suatu organisasi. Apapun bentuk serta tujuannya, organisasi
dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan
manusia dalam pelaksanaan misi tersebut dikelola oleh manusia. Jadi manusia
merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan organisasi. Selanjutnya manajemen sumber daya
manusiaberarti mengurus sumber daya manusia berdasarkan visi organisasi agar
tujuan organisasi dapat dicapai secara optimum.
Karenanya, manajemen sumber daya manusia juga menjadi bagian dari ilmu manajemen yang mengacu pada fungsi manajemen dalam pelaksanan prosesproses perencanaan, pengorganisasian, susunan kepegawaian, memimpin dan pengendalian. Pernyataan ini disampaikan Miner dan Crane (Rachmawati 200:05). Selanjutnya menurut Nawawi (2005)ada tiga pengertian sumber daya manusiayaitu (1) Sumber daya manusia adalah manusia yang bekerja dilingkungan suatu organisasi (2) Sumber daya manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya (3) Sumber daya manusia adalah potensi yang merupakan aset dan berfungsi sebagai modal (non material/non finansial) di dalam organisasi bisnis, yang dapat mewujudkan menjadi potensi nyata (real) secara fisik dan non-fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi. Dari berbagai macam pandangan diatas maka penulis dapat mengambil sebuah pendapat yang menyatakan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses pengelolaan bakat yang dimiliki manusia secara efektif dan efisien dimana organisasi mampu mencapai keberhasilan melalui orang sehingga memberikan kontribusi untuk mencapai tujuan yang ada dalam sebuah organisasi.
Karenanya, manajemen sumber daya manusia juga menjadi bagian dari ilmu manajemen yang mengacu pada fungsi manajemen dalam pelaksanan prosesproses perencanaan, pengorganisasian, susunan kepegawaian, memimpin dan pengendalian. Pernyataan ini disampaikan Miner dan Crane (Rachmawati 200:05). Selanjutnya menurut Nawawi (2005)ada tiga pengertian sumber daya manusiayaitu (1) Sumber daya manusia adalah manusia yang bekerja dilingkungan suatu organisasi (2) Sumber daya manusia adalah potensi manusiawi sebagai penggerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya (3) Sumber daya manusia adalah potensi yang merupakan aset dan berfungsi sebagai modal (non material/non finansial) di dalam organisasi bisnis, yang dapat mewujudkan menjadi potensi nyata (real) secara fisik dan non-fisik dalam mewujudkan eksistensi organisasi. Dari berbagai macam pandangan diatas maka penulis dapat mengambil sebuah pendapat yang menyatakan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses pengelolaan bakat yang dimiliki manusia secara efektif dan efisien dimana organisasi mampu mencapai keberhasilan melalui orang sehingga memberikan kontribusi untuk mencapai tujuan yang ada dalam sebuah organisasi.
2. Rekrutmen
Menurut Simamora (2006:170)
rekrutmen merupakan serangkaian aktifitas untuk mencari dan memikat pelamar
kerja dengan motivasi, kemampuan, keahlian, dan pengetahuan yang diperlukan
guna menutupi kekurangan yang diidentifikasi dalam perencanaan kepegawaian.
Aktivitas rekrutmen dimulai pada saat calon mulai dicari dan berakhir tatkala
lamaran mereka diserahkan. Melalui rekrutmen, individu yang memiliki keahlian
yang dibutuhkan didorong membuat lamaran untuk lowongan kerja yang tersedia
diperusahaan atau organisasi.
Pada dasarnya langkah ini terdiri dari dua bagian, yaitu rekrutmen dan seleksi (1) Tujuan Rekrutmen secara umum tujuan rekrutmen adalah untuk memberikan sebuah ketetapan bagi pelamar atau calon pekerja yang secara potensial memiliki kualifikasi. Rekrutmen kata Dundas, merupakan proses penempatan penarikan pelamar kerja yang potensial pada suatu pekerjaan yang tersedia di dalam organisasi. Oleh karena itu, ditambahkan oleh Dundas (dalam Irianto, 2001) (2) Efektivitas Rekrutmen, Rekrutmen yang efektif dipengaruhi oleh bagaimana organisasi dapat melaksanakan sejumlah kegiatan ini di dalam proses tersebut. Menurut Stoner (dalam Irianto, 2001) (3) Sumber Rekrutmen, agar para pencari tenaga kerja baru dapat melakukan tugasnya dengan efisien, ekonomis dan efektif, mereka perlu mengetahui atau mengenali berbagai sumber rekrutmen yang mungkin digarap, meskipun benar bahwa mungkin saja tidak semua sumber tersebut perlu selalu digarap (Siagian 2005).Berikut bebarapa sumber rektumen yaitu (1) Pelamar langsung (2) Lamaran Tertulis (3) Lamaran Berdasarkan Informasi Orang Dalam (4) Iklan (5) Instansi pemerintah (6) Perusahaan penempatan tenaga kerja (7) Perusahaan pencari tenaga kerja profesional (8) Lembaga pendidikan (9) Organisasi profesi (10) Balai pelatihan kerja milik pemerintah.
Pada dasarnya langkah ini terdiri dari dua bagian, yaitu rekrutmen dan seleksi (1) Tujuan Rekrutmen secara umum tujuan rekrutmen adalah untuk memberikan sebuah ketetapan bagi pelamar atau calon pekerja yang secara potensial memiliki kualifikasi. Rekrutmen kata Dundas, merupakan proses penempatan penarikan pelamar kerja yang potensial pada suatu pekerjaan yang tersedia di dalam organisasi. Oleh karena itu, ditambahkan oleh Dundas (dalam Irianto, 2001) (2) Efektivitas Rekrutmen, Rekrutmen yang efektif dipengaruhi oleh bagaimana organisasi dapat melaksanakan sejumlah kegiatan ini di dalam proses tersebut. Menurut Stoner (dalam Irianto, 2001) (3) Sumber Rekrutmen, agar para pencari tenaga kerja baru dapat melakukan tugasnya dengan efisien, ekonomis dan efektif, mereka perlu mengetahui atau mengenali berbagai sumber rekrutmen yang mungkin digarap, meskipun benar bahwa mungkin saja tidak semua sumber tersebut perlu selalu digarap (Siagian 2005).Berikut bebarapa sumber rektumen yaitu (1) Pelamar langsung (2) Lamaran Tertulis (3) Lamaran Berdasarkan Informasi Orang Dalam (4) Iklan (5) Instansi pemerintah (6) Perusahaan penempatan tenaga kerja (7) Perusahaan pencari tenaga kerja profesional (8) Lembaga pendidikan (9) Organisasi profesi (10) Balai pelatihan kerja milik pemerintah.
3. Seleksi Calon
Tenaga Kerja
Menurut Simamora (2004:202)
Seleksi merupakan proses pemilihan dari sekelompok pelamar, orang atau
orang-orang yang paling memenuhi kriteria seleksi untuk posisi yang tersedia
berdasarkan kondisi yang ada pasa saat ini yang dilakukan oleh perusahaan atau
organisasi. Sedangkan menurut Siagian (2006:131) Seleksi merupakan proses yang terdiri
dari berbagai spesifikasi yang diambil untuk memutuskan pelamar mana yang akan diterima
atau pelamar mana yang akan ditolak. Sebagai kelajutan dari rekrutmen, seleksi
berlajutan untuk memadukan antara perkerja dengan pekerjaannya. Menurut Roberts
(dalam Irianto, 2001) berpendapat bahwa seleksi merupakan elemen paling dalam
setiap proses manajemen karena organisasi tidak
mungkin mencapai manajemen sumber daya manusia secara efektif jika tidak ada
kepaduan gerak antara pekerja dan pekerjaan. Seleksi merupakan bagian materi
dari organisasi manajemen sumber daya manusia
yaitu pengadaan (rekrutmen), sedangkan pengadaan itu terdiri dari : perencanaan,
rekrutmen, seleksi, penempatan dan produksi.
Proses seleksi merupakan tahapan-tahapan khusus yang digunakan untuk memutuskan pelamar mana yang akan diterima. Proses tersebut dimulai ketika pelamar kerja dan diakhiri dengan keputusan pemerintah. Proses seleksi merupakan proses pengambilan keputusan bagi calon pelamar untuk diterima atau ditolak. Sebelum menetapkan pelamar yang berhak untuk mengikuti seleksi tahap berikutnya, panitia hendaknya segera melakukan seleksi administrasi setelah lamaran masuk. Hal-hal yang perlu diseleksi dalam melakukan seleksi administrasi menurut Wursanto (1994), adalah meliputi (1) Surat lamaran yang ditulis dengan tangan sendiri (2) Daftar riwayat hidup (3) Salinan ijasah (4) Surat keterangan dari instansi yang berwengang, antara lain surat keterangan berkelakuan baik dari kepolisian (5) Surat-surat yang merinci pengalaman kerja (apabila dibutuhkan) (6) Umur (7) Pasfoto (8) Tempat tinggal dan keterangan lain
Proses seleksi merupakan tahapan-tahapan khusus yang digunakan untuk memutuskan pelamar mana yang akan diterima. Proses tersebut dimulai ketika pelamar kerja dan diakhiri dengan keputusan pemerintah. Proses seleksi merupakan proses pengambilan keputusan bagi calon pelamar untuk diterima atau ditolak. Sebelum menetapkan pelamar yang berhak untuk mengikuti seleksi tahap berikutnya, panitia hendaknya segera melakukan seleksi administrasi setelah lamaran masuk. Hal-hal yang perlu diseleksi dalam melakukan seleksi administrasi menurut Wursanto (1994), adalah meliputi (1) Surat lamaran yang ditulis dengan tangan sendiri (2) Daftar riwayat hidup (3) Salinan ijasah (4) Surat keterangan dari instansi yang berwengang, antara lain surat keterangan berkelakuan baik dari kepolisian (5) Surat-surat yang merinci pengalaman kerja (apabila dibutuhkan) (6) Umur (7) Pasfoto (8) Tempat tinggal dan keterangan lain
yang diperlukan.Menurut Siagian
(2002), langkah-langkah yang biasanya ditempuh dalam proses seleksi adalan (1)
Penerimaan surat lamaran (2) Penyelenggara ujian (3) Wawancara seleksi (4)
Pengecekan latar belakang pelamar dan surat-surat referensinya (5) Evaluasi
kesehatan (6) Wawancara oleh manajer yang akan menjadi atasan langsungnya (7)
Pengenalan pekerjaan.
4. Penempatan
Banyak orang yang berpendapat
bahwa penempatan merupakan akhir dari proses seleksi. Menurut pandangan ini,
jika seluruh proses seleksi telah ditempuh dan lamaran seseorang diterima,
akhirnya seseorang memperoleh status sebagai pegawai dan di tempatkan pada
posisi tertentu untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan tertentu pula.
Pandangan demikian memang tidak salah sepanjang menyangkut pegawai baru. Hanya
saja teori manajeman sumber daya manusia yang muktahir menekankan bahwa penempatan
tidak berlaku bagi para pegawai baru, akan tetapi berlaku pula bagi para
pegawai lama yang mengalami alih tugas dan mutasi(Siagian 2005).
5. Tenaga Kerja
Menurut Kusumowidho (2004: 193)
tenaga kerja adalah jumlah seluruh penduduk dalam suatu negara yang dapat
memproduksi barang dan atau jasa jika ada permintaan terhadap tenaga meraka,
dan jika mereka mau berpartisipasi dalam aktivitas tersebut. Menurut
Undang-undang No. 13 Tahun 2003, tenaga
kerja adalah setiap orang yang
mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk
memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Selanjutnya menurut
Ensiklopedia Nasional Indonesia (dalam Ramlah, 2007: 36) tenaga kerja adalah
setiap warga negara indonesia yang
memiliki tenaga baik berupa
pikiran maupun fisik serta mampu dan mau bekerja menggunakan tenaganya tersebut
menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi kebutuhan dirinya dan masyarakat,
bangsa dan negara sehingga dapat membantu mencapai tujuan pembangunan nasional
yaitu masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila. Penulis dapat mengambil
kesimpulan tenaga kerja merupakan semua warga masyarakat baik laki-laki maupun
perempuan yang telah mencapai usia kerja dan memenuhi syarat untuk dapat
bekerja mau berpartisipasi dalam aktivitas tersebut dalam hubungan kerja untuk
jangka waktu yang telah di tentukan sesuai dengan kontrak kerja yang telah
diberikan. Tenaga kerja adalah bagian dari angkatan kerja yang
berfungsi dan ikut serta dalam proses produksi serta menghasilkan barang dan atau
jasa (www.edukasi_net, diakses 1 April 2009). Tenaga Kerja adalah setiap orang
laki-laki atau wanita yang sedang dalam dan atau melakukan pekerjaan, baik di
dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilkan barang dan atau jasa
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (www.asiatour.com, diakses 1
April 2009).









Tidak ada komentar:
Posting Komentar